Sejarah
Madrasah Aliyah Negeri
(MAN) adalah lembaga pendidikan yang keberadaannya ditetapkan
berdasarkan keputusan Menteri Agama No. 370 Th 1993 yang menetapkan
bahwa Madrasah Aliyah adalah Sekolah Menengah Umum (SMU) yang bercirikan
Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama dengan kurikulum sama
dengan kurikulum SMU di tambah kurikulum Agama.
MAN
Parakan Temanggung merupakan salah satu dari sekian banyak Madrasah
Aliyah yang keberadaannya tidak terlepas dari sejarah yang cukup panjang
mulai dari PGA Swasta, PGA Negeri, MAN dan penggabungan MAN menjadi
satu. Tahun 60-an bangsa Indonesia mengalami kekurangan Guru Agama Islam
terlebih saat berkembang pesatnya PKI yang secara nyata memusuhi agama
Islam, berlatar belakang keberadaan tersebut di rasa perlu masyarakat
Parakan (yang mayoritas kaum Nahdliyin) menyiapkan kader-kader bangsa
yang pandai dalam bidang Agama Islam untuk ditetapkan menjadi Guru Agama
(khususnya tingkat SD/MI) maka masyarakat Parakan mendirikan PGNU
(Pendidikan Guru Agama Nahdlatul Ulama).
Setelah
berjalan sampai beberapa tahun PGNU mengalami perkembangan pesat, yang
akhirnya pemerintah menegerikan PGA NU menjadi PGA 4 th pada tanggal 20
Januari 1968 dengan SK. No. 4 dan pada perkembangannya berikut menjadi
PGA 6 Th dengan SK Menteri Agama No. 38 tanggal 22 Mei 1969.
PGA
6 Th berjalan dari Th. 1969 sampai dengan Th. 1978 perjalanan yang
kadang naik kadang turun baik kualitas maupun kuantitasnya yang akhirnya
harus banyak lulusan PGA yang tidak diangkat oleh pemerintah menjadi
Guru Agama (Tenaga Edukatif Pemerintah) maka akhirnya pemerintah merubah
status PGAN 6 Th menjadi MAN Parakan Temanggung.
MtsN Parakan Temanggung yang sekarang berada di Mandisari Parakan Temanggung.
Pada
tahun pertama MAN dan MTsN Parakan Temanggung masih dalam satu lokasi
yaitu menempati gedung serba guna milik Kodim 0706 Temanggung yang
berada di Parakan dan pada tahun 1978 MAN Parakan Temanggung di pindah
lokasi ke Jl. Sudirman 184 Temanggung oleh pemerintah daerah, sedang
MTsN tetap di posisi semula yaitu di Mardisari Parakan.
Perjalanan
MAN Parakan Temanggung dari masa ke masa sejak berubah status dari PGAN
6 tahun Parakan Temanggung menjadi MAN Parakan Temanggung, masih sangat
memprihatinkan terutama pada kuantitas dan kualitas siswa serta lulusan
MAN Parakan Temanggung yang belum mempunyai tempat dan pengakuan
ditengah masyarakat pada umumnya, sehingga hal itu menjadi bahan
pemikiran tersendiri bagi pengelola madrasah saat itu untuk mencarikan
solusi yang terbaik dan tepat sasaran.
Penggabungan dua MAN dan Perkembanganya.
Di Kabupaten
Temanggung pada tahun 1980 terdapat 2 MAN yaitu MAN Temanggung yang
berlokasi di sekitar alun-alun kota Temanggung dan MAN Parakan
Temanggung yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman akan tetapi oleh
Pemerintah (Departemen Agama Profinsi Jawa Tengah) MAN yang berlokasi di alon
–olon kota Temanggung direlokasi ke luar daerah kota Temanggung, yaitu
ke Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 1982/1983.
sedangkan guru dan siswanya dipindahkan ke MAN Parakan Temanggung
dijadikan satu di MAN Parakan Temanggung terhitung mulai tahun pelajaran 1982/1983 sehingga perkembangan MAN Parakan Temanggung cukup pesat.
Kepala
Madrasah yang menjabat pada waktu penggabungan adalah Drs. Abdul Murid
untuk MAN Temanggung dan M. Yusuf, BA untuk MAN Parakan Temanggung
Sedang kelasnya masih berada di dua lokasi yaitu Jl. Jenderal Sudirman
dan Alun-Alun Temanggung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar